Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

You are here

Angka Kemiskinan Hanya Satu Digit, Bukti Nyata Kerja Jokowi



Pertumbuhan ekonomi di Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi terus meningkat, dari 5% pada tahun 2014 menjadi 5,17% pada semester 1 tahun 2018. Selain itu, tingkat inflasi rendah turun dari 8,36% pada tahun 2014 menjadi 3,18% pada Juli tahun 2018.
Kinerja ekonomi tersebut telah mampu memperbaiki indikator utama kesejahteraan masyarakat. Bahkan penururan angka kemiskinan pun sebesar 0,3% dalam satu semester dan 0,83% dalam setahun terakhir ini menjadi satu prestasi tersendiri bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Tingkat kemiskinan satu digit ini merupakan pencapaian pertama kali sejak krisis ekonomi tahun 1998 silam. Angka kemiskinan yang terus menurun menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah masih terus berupaya untuk mengurangi jumlah kemiskinan yang ada. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga 8% pada 2019 mendatang.
Selain itu, Jokowi menuturkan sejak 2015 hingga 2018, tingkat kemiskinan sudah diturunkan dari 28,59 juta orang atau 11,22% pada Maret 2015 menjadi 25,95 juta orang atau 9,82% pada Maret 2018.
Jokowi juga mengatakan, untuk memberikan jaminan perlindungan bagi keluarga miskin, berbagai program disiapkan.
Mulai perluasan cakupan Program Keluarga Harapan (PKH) dari 2,7 juta keluarga (2014) menjadi 10 juta keluarga (2018), peningkatan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN dari 86,4 juta jiwa (2014) menjadi 92,4 juta jiwa (Mei 2018), dan total kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai lebih dari 199 juta orang.
"Dan akan terus ditingkatkan agar jangan ada rakyat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendala biaya," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan keadilan ekonomi menjadi perhatian serius, terutama keadilan bagi 40% lapisan masyarakat di bawah. Kepala Negara pun mensyukuri tingkat ketimpangan dalam enam tahun terakhir sudah turun menjadi 0,389%.
Pemerintah merancang banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat agar pemerataan pendapatan bisa segera diwujudkan.
Program-program yang dimaksud Jokowi adalah sertifikasi tanah yang sudah mencapai 5 juta sertifikat dan pelepasan kawasan hutan negara 977 ribu hektare serta perhutanan sosial 1,7 juta hektare.
"Proses pengelolaan lahan kawasan hutan disertai pendampingan agar tujuan utama untuk peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakta bisa tercapai," ujar Presiden.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply