Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

You are here
, Unlabelled

Fakta Angka Kemiskinan Terendah, Ada Di Era Jokowi

Fakta Angka Kemiskinan Terendah, Ada Di Era Jokowi

Pemerintah terus mendorong berbagai program dan kebijakan untuk memangkas angka kemiskinan.
Bahkan Indonesia pernah mencapai tingkat kemiskinan tertinggi pada tahun 1999, sebesar 23,43 persen atau setara dengan 47,97 juta penduduk. Sebuah angka yang fantastis bukan?
Berkat kerja keras pemerintah Jokowi selama ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, angka kemiskinan Indonesia adalah 9,82%. Menurut Kepala BPS Suhariyanto, untuk pertama kalinya dalam sejarah persentase penduduk miskin berada di dalam 1 digit.
Yang kemarin kemungkinan menimbulkan debat, memang ini pertama kali persentasi kemiskinan memasuki satu digit. Sebelumnya selalu di atas 10%, untuk pertama kalinya persentase kemiskinan 9,82%.
"Kalau dilihat sebelumnya, biasanya 2 digit, jadi ini memang pertama kali dan terendah," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (30/7).
Dalam catatan BPS, ada beberapa faktor faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan dari September 2017 hingga Maret 2018. Pertama, inflasi pada periode September 2017 ke Maret 2018 mencapai 1,92 persen, serta rata-rata pengeluaran per kapita tiap bulan untuk rumah tangga di 40 persen lapisan terbawah yang tumbuh 3,06 persen.
Kedua, faktor bantuan sosial tunai dari pemerintah yang tumbuh 87,6 persen pada kuartal I 2018 atau lebih tinggi dibanding kuartal I 2017. Ketiga, program beras sejahtera ( rastra) dan dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) pada kuartal I 2018 yang tersalurkan sesuai jadwal.
Adapun strategi pemerintah mengentaskan kemiskinan dengan terus memberikan jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi 40 persen penduduk termiskin. Pada 2018, Pemerintah menyalurkan anggaran kepada 92,4 juta jiwa penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN) dan 10 juta keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan ( PKH).
"Tahun 2019, pemerintah akan memperkuat Program Keluarga Harapan melalui peningkatan besaran manfaat 100 persen dengan target sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat," kata Jokowi.
Pemerintah juga akan meningkatkan jumlah penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi 96,8 juta jiwa. Sasaran Bantuan Pangan non-Tunai pada 2019 ditingkatkan secara bertahap dari 1,28 juta menuju 15,6 juta keluarga penerima manfaat untuk menggantikan program beras sejahtera.
Pada 2019, Pemerintah juga akan memperkuat Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS)sebagai bentuk penataan aset produktif dan keberpihakan pada para petani dan rakyat kecil. Tak hanya itu, program sertifikat tanah untuk rakyat juga akan dilanjutkan dengan target 9 juta sertifikat pada 2019.
"Dengan demikian, dari tahun 2014-2019 diharapkan dapat diterbitkan 25 juta sertifikat," kata Jokowi.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply