Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

Hasil Nyata Pemerintah, 9 Ruas Tol Trans Jawa Akan Diresmikan Hingga Akhir 2018



Presiden Joko Widodo menargetkan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang akan diresmikan hingga akhir tahun ini. Sembilan ruas tol tersebut akan beroperasi secara bertahap mulai Juli hingga Desember 2018. Adapun jalan tol yang bisa diresmikan pada Juli 2018 ialah Pejagan-Pemalang dan Solo-Sragen.
Pembangunan jalan tol harus terintegrasi dengan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi, seperti kawasan industri, pelabuhan laut, pelabuhan udara, kawasan wisata, hingga permukiman skala besar. Sehingga betul-betul bermanfaat maksimal baik untuk dunia usaha, pariwisata dan industri.
Adapun jalan tol Trans Jawa dari Merak-Banyuwangi sepanjang 1.150 km sendiri bakal segera tersambung pada akhir tahun 2019 mendatang. Saat ini, sepanjang 920 km sudah tersambung dari Merak-Pasuruan, di mana 607 km di antaranya sudah operasional dan sisanya 313 km yang fungsional ditargetkan rampung akhir 2018.
Tol Trans Jawa dibangun untuk meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa yang memiliki kontribusi lebih dari 50% bagi pertumbuhan ekonomi nasional, serta untuk menurunkan biaya logistik sehingga meningkatkan daya saing Indonesia.
Selain itu, ketersediaan jalan tol juga diarahkan untuk lebih mendorong perkembangan potensi ekonomi lokal di sepanjang koridor tol. Salah satunya dengan menyediakan lot-lot bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tempat istirahat (rest area). Kreativitas Pemerintah Daerah sangat penting dalam memfasilitasi perkembangan UMKM dengan adanya ruas tol baru sebagai peluang pengembangan usaha.
Pemerintah menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) baik dengan swasta maupun BUMN dalam pembangunan jalan tol yang membutuhkan investasi padat modal dan jangka panjang sehingga mengurangi beban belanja APBN.
Untuk ruas tol yang layak secara ekonomi dan finansial akan dibiayai penuh dari investasi badan usaha. Sementara dukungan pemerintah diberikan pada ruas tol yang telah layak secara ekonomi namun secara finansial masih kurang.
"Melalui skema KPBU, pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan pendanaan (financial gap) infrastruktur terutama jalan tol guna percepatan penyelesaiannya sehingga memberi manfaat yang nyata bagi negara. Dengan demikian dana APBN dapat difokuskan bagi pembangunan infrastruktur yang membutuhkan direct government investment," tuturnya.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply