Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

You are here

Eksportir Wajib Gunakan Fasilitas L/C Bank Nasional

Eksportir Wajib Gunakan Fasilitas L/C Bank Nasional


Kementerian Perdagangan resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 94 Tahun 2018 tentang ketentuan penggunaan Letter of Credit (L/C) untuk ekspor barang tertentu.

Aturan ini akan mewajibkan penggunaan L/C dari perbankan nasional untuk kegiatan ekspor mineral, batubara, minyak dan gas bumi, serta minyak kelapa sawit.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan aturan terbit pada 7 September 2018 lalu dan akan efektif 30 hari setelah diundangkan. "Berlaku satu bulan yang akan datang, pada Oktober," kata Enggar di Jakarta, Selasa (18/9).

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengoptimalisasi dan mengakurasi perolehan devisa hasil ekspor. Pada Permendag 94/2018, pasal 4 ayat 1 mewajibkan cara pembayaran L/C untuk ekspor wajib diterima melalui bank devisa dalam negeri. Aturan baru ini juga mengevaluasi Permendag 4/2015.

Enggar juga mengungkapkan, penggunaan L/C akan memperkuat penerapan dan pengawasan devisa hasil ekspor. Sanksi pun telah disiapkan bagi pihak yang tidak melaksanakan aturan ini, mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan izin ekspor.

“Dengan kewajiban penggunaan L/C diharapkan hasil ekspor komoditas sumber daya alam dapat kembali ke dalam negeri,” ujarnya.

Meski begitu, peraturan ini juga memberikan pengecualian untuk penggunaan cara pembayaran selain L/C sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 11 ayat 3 yang menyatakan ada 2 pertimbangan untuk pengecualian bagi eksportir dengan menyertakan surat bermaterai.

Pertama, jika kontrak antara eksportir dan pembeli di luar negeri yang mengatur cara pembayaran selain L/C dibuat sebelum Permendag ditetapkan. Kedua, kesanggupan eksportir untuk menyesuaikan cara pembayaran menggunakan L/C dalam jangka waktu tertentu, dengan melampirkan surat pernyataan kebenaran kontrak.

Enggar juga menjelaskan kewajiban penggunaan L/C akan menjadikan setudaknya 50% devisa hasil ekspor (DHE) dari komoditas ekspor tersebut tertahan selama enam bulan di bank nasional dan dikonversi ke rupiah.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply