Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

You are here

Indonesia & Korea Selatan Tingkatkan Hubungan Perdagangan Dan Investasi

Indonesia & Korea Selatan Tingkatkan Hubungan Perdagangan Dan Investasi


Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan kali ini menandakan terjalinnya 45 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan. Kunjungan Presiden untuk yang ketiga kalinya ini disambut hangat oleh Presiden Moon Jae-in dan masyarakat Korea Selatan.

Kedua negara bersepakat untuk memperingati 45 tahun hubungan diplomatik itu dengan lebih mempererat hubungan kedua negara khususnya di bidang ekonomi. Indonesia dan Korea Selatan sendiri, menurut Presiden Jokowi, menargetkan perdagangan dengan nilai mencapai US$30 miliar pada 2022 mendatang.

Dalam kunjungannya kali ini, Kepala Negara mengaku terkesan setelah melihat besarnya antusiasme pengusaha dan investor Korea Selatan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Hal itu disebutnya menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari dunia usaha Korea Selatan kepada ekonomi Indonesia.

"Saya mendapatkan laporan, dalam pertemuan bisnis tadi telah ditandatangani sejumlah MoU dengan potensi investasi sebesar US$6,2 miliar," ungkapnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Presiden Moon Jae-in mengatakan bahwa kedua negara akan terus mengaktifkan pertukaran atau perundingan antara pejabat tinggi termasuk dalam pertemuan puncak dan perundingan kebijakan. Ia menyebut, sejak pertemuan puncak tahun lalu, kedua negara aktif melakukan kerja sama di berbagai bidang.

"Agar masyarakat (kedua negara) dapat merasakan hasil kerja samanya, saya akan mengecek hasil implementasinya secara lebih teliti dan mendorong agar dapat lebih cepat dilaksanakan," ujar Presiden Moon.

Presiden Moon juga mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Semenanjung Korea. Secara khusus ia berharap banyak dari Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk terus mengupayakan perdamaian di Semenanjung Korea dan belahan dunia lainnya.

"Saya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Yang Mulia Presiden Jokowi atas jasanya membangun perdamaian Semenanjung Korea seperti telah mengundang pemimpin Korea Selatan dan Utara," tuturnya.

Untuk diketahui, dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sebelum pernyataan pers bersama ini, kedua negara sepakat untuk menandatangani 6 nota kesepahaman yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dan Presiden Moon Jae-in.

Berikut ini ialah keseluruhan nota kesepahaman yang berhasil dicapai kedua negara dalam pertemuan tersebut:
  1. Nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang keimigrasian;
  2. Nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang ekonomi;
  3. Nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang manajemen sumber daya manusia;
  4. Nota kesepahaman mengenai kerja sama antara Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dengan Ministry of Government Legislation Korea Selatan;
  5. Nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang keamanan maritim;
  6. Nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang aktivitas yang berkaitan dengan industri 4.0.
Turut hadir dalam pertemuan bilateral tersebut ialah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Bekraf Triawan Munaf, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply