Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

Hati - Hati Artikel Prof Karim Jogja Yang Provokatif
Sikap curiga, cepat menuding orang dengan hal negatif saat ini tengah dilancarkan oleh sekelompok orang. Kelompok ini cenderung menggunakan media sebagai alat propaganda untuk mencapai tujuannya yaitu memecah belah dan mengadu domba masyarakat.
salah satu bukti dari kelompok ini adalah artikel yang ditulis oleh Prof Karim Jogja yang dimuat dakwahpost.com. Artikel berjudul “Islam Akan Pamit dari Indonesia Prediksi…” ini secara brutal menuding agama Islam di Indonesia akan hilang.
Penulis mengawali prediksi untuk memperkuat tudingan opininya dengan Islam di Spanyol dan Afrika Timur. Islam di dua negara itu digambarkan hilang setelah umat tidak memelihara Islam itu sendiri.
Penulis kemudian membandingkan dengan Islam di Indonesia yang juga berada di ambang kepunahan jika tidak dirawat dengan baik. Muslim di Indonesia kemudian diminta penulis untuk tetap bersatu karena menurutnya Islam saat ini sedang diadudomba dan dipecah belah.
Tulisan ini menimbulkan kecurigaan terhadap kelompok lain. Akibatnya, perpecahan di kalangan umat Islam akan terjadi. Seharusnya penulis menyadari jika Indonesia memiliki karakter beragam dan tidak bisa dipaksakan menjadi satu. Perbedaan agama, suku, ras dan antargolongan menjadi kekayaan tersendiri dan bukan sebagai bahan pemecahbelah.
Ini artikel lengkap Prof Karim:
Saya Pernah Membaca dari Buku Sejarah yang Menjelaskan Bahwa, Islam Pernah Jaya di Andalusia (Spanyol dan Portugal/Portugis). Pada waktu kejayaannya jumlah Muslim Andalusia mencapai 80% dari seluruh jumlah penduduknya.
Karena Ummat Islam Tidak Menjaganya dengan Baik, Akhirnya Islam di Andalusia Hilang dan Andalusia Jatuh Ke Tangan Orang-Orang Nasrani. Seluruh Muslim Andalusia dipaksa Murtad oleh para tentara Salib atau mereka dibunuh jika tetap mempertahankan keyakinannya, sampai akhirnya Islam di Andalusia lenyap dan tiada satupun orang berpredikat Muslim pada akhir Abad 16.
Sejarah Juga Mencatat Bahwa, Islam Pun Pernah Jaya di Afrika Timur. Tapi Lagi-Lagi Islam Minggat Dari Afrika Timur, karna Bangsa Afrika Timur Tidak Pandai Mengurusnya. Muslim Philipina Pernah 100% dgn dipimpin Kesultanan Manila, Saat ini Hanya Tinggal 2% Saja. Penduduk Muslim Singapura dalam Catatan Sejarah Mencapai 93%, Sekarang hanya Tinggal 15%.
Saya Merasa Khawatir, Penduduk Indonesia yang Pernah Mencapai 95% sebelum tahun 80an sekarang hanya mencapai 87%, 10 Atau 15 Tahun Lagi Entah Akan Tinggal Berapa Persen Lagi ? Akankah Islam Malah Akan Hilang Dari Indonesia ?
Wahai Ummat Islam Indonesia. Bila NKRI ini yang Berpenduduk yg aslinya Muslim 95% Tidak Sanggup Kita Jaga, Islam Tidak Hanya Akan Hilang Dari Bumi Nusantara Ini, Tapi Malah Sejarah Kelam di Spanyol Bakal Terulang di Indonesia. Bila ini Terjadi, Sungguh sangat Pilu jika Anak-Anak Muslim Indonesia Suatu Saat akan Diberikan 3 (Tiga) Pilihan :
1. Masuk Nasrani
2. Dibunuh, Atau
3. Keluar dari Bumi Indonesia.
Ingat Wahai Saudara-Ku Muslim, “Islam Tidak Akan Pernah Musnah Dari Dunia, Tapi Islam Bisa Hilang Dari Bumi Indonesia”. Lihatlah Keadaan Ummat Islam Saat ini, Rata-rata Pelosok Daerah Orang-Orang Muslim Diadu Domba. Sesama Muslim Kita Saling Bermusuhan, Tapi dengan Non Muslim Kita Bela Habis-Habisan, dan Malah dengan Senang Hati Memasang Badan.
Di depan Mata Kita Hari ini, Fenomena ini Sedang Terjadi. Muslim satu Dengan Muslim Lainnya Sedang Saling Menyalahkan dan Saling Menyerang. Lihatlah Partai-Partai Yang di Dalamnya Mayoritas Muslim, Partai Muslim Pecah, Partai Muslim Kisruh, Partai Muslim Terbelah Dua.
Organisasi Muslim Seperti NU, Adalah Organisasi yang Punya Catatan Bahwa Anggotanya Pernah Memerdeka-kan Indonesia. Tapi Saat ini Apa yang Terjadi ? Satu-Satu Anggota NU “Diculik” agar Berseberangan Dengan Anggota NU Lainnya. Miris, Anggota NU yang Di “Culik” ini, Terang-Terangan Membela NON MUSLIM dan Menyalahkan Ulama Muslim yang Istiqamah dengan Keislaman-nya.
Ada Apa Ini ???
Jawabannya Adalah, Islam Sedang digerogoti dari Dalam, Islam sedang Dihancurkan Melalui Tangan-Tangan Muslim itu Sendiri. Saya Merasa Khawatir, Suatu Hari Nanti, Muslim Indonesia Mati Bukan karena Nuklir Yahudi, Muslim Nusantara Bukan Mati karena Senjata musuhnya Islam. Tapi Muslim Indonesia akan Musnah karena Pertikaian dan Perang Saudara.
Kebanyakan Majelis-Majelis NU yang didirikan hanya membicarakan masalah Khilafiyah dan memusuhi golongan muslim yang lain. Padahal ada hal lebih penting daripada terus mengurusi hal-hal yang justru menggoyahkan persatuan sesama Muslim. Muslim NU mencapai 60% dari total penduduk Indonesia, namun muslim NU lah yang menjadi Mayoritas penduduk miskin dan berpendidikan rendah di Indonesia.
Berbeda dengan Muhammadiyah yang menguasai Ekonomi dan pendidikan Indonesia, juga Wahabi yang di lindungi oleh pemerintahan Arab Saudi, sehingga sulit diserang kaum Salibis. Kaum Muslim NU akhirnya menjadi sasaran empuk Kristenisasi, sehingga tak bisa dipungkiri banyak muslim NU yang Murtad dari agamanya. Merekalah penyebab mengapa muslim Indonesia terus berkurang dari 95% menjadi 87% saat ini.
Wahai kaum Nahdhiyyin, wahai Jama’ah Ansor, wahai Partai PKB, wahai Partai PPP, wahai Jama’ah Banser, dan semua anggota NU lainnya, sadarlah ! Bukalah mata, bukalah hati. Janganlah anda semua larut dalam masalah perbedaan Khilafiyah dan urusan politik sehingga anda semua lupa jika NU sedang diserang Kristenisasi, sehingga anda lupa jika generasi muda NU sedang diserang Westernisasi dan narkoba.
Ayo sadarlah dan jadilah NU yang dulu. NU yang berjuang melawan orang-orang Kafir penjajah, NU yang berjuang melindungi Aswaja dari serangan budaya Barat. Jadilah NU yang tidak pragmatis,
NU yang bukan jadi pengendara Politik. Janganlah anda semua terlalaikan oleh nasib umat hanya karena masalah Khilafiyah, tapi fokuslah untuk memerangi bangsa penjajah untuk melindungi umat dari kekafiran, untuk melindungi Aqidah kaum generasi muda NU.
Buktikanlah pada Ormas-ormas diluar NU bahwa anda semua dapat mengalahkan Kristenisasi dan Westernisasi dari kaum penjajah, sebagaimana anda dulu pernah mengalahkan agresi Belanda dan Sekutu. Dahulu NU berperang dalam melawan penjajahan Politik dan negara, sekarang kewajiban NU adalah berperang melawan penjajahan agama dan budaya.
Wahai Saudara-Ku Seiman :
Kita Sedang diadu Domba.
Remaja kita sedang Diracuni Narkoba.
Sumber daya alam kita telah dikuras habis-habisan setiap hari oleh bangsa-bangsa Penjajah.
Partai Muslim Sedang terbagi-bagi dan terpecah belah.
Organisasi Muslim dibuat Haru Hara.
Buka Mata Bukalah Telinga.
Buka Mata Hati Wahai Bangsa.
Muslim Indonesia Terbesar di Dunia sehingga menjadi incaran terpenting bangsa-bangsa Penjajah untuk menghancurkan Islam dan negeri ini.
Hindari Pertengkaran antar Sesama.
Jaga NKRI Wahai Pemuda.
Jangan dijual untuk Bangsa China.
Kita Wariskan NKRI Untuk Anak Cucu Kita.
Karena Indonesia Warisan Kakek Kita.
Prof. Karim Jogja
Kondisi ini adalah By Design dari Kelompok Musuh Islam.. kita memang sepatutnya harus berhati2… apa lagi dibuat Idiom macam2 Ada Islam Nusantara, Islam Pancasila, Islam NKRI, Islam Toleran dan Islam Radikal dan lain2nya ini adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk memecah belah.
kita harus cerdas menyikapi kondisi ini, hanya dengan merapatkan barisan/Shaf2 serta selalu membangun Silahturahmi dan Silahturahim secara Intensif dan Istiqomah membangun kembali kejayaan dari Ukhuwah Islamiyyah, maka gerakan
Pendegradasian Islam akan terpinggirkan dan terlemparkan/mental dgn sendirinya..
SECEPATNYA KITA GULIRKAN USAHA BERSAMA DALAM AMALIYYAH, MUAMALAH, DAKWAH..
JAYA LA ISLAM JAYA LA UMATNYA.. ALLAH TIDAK PERNAH TIDUR DAN MELUPAKAN HAMBANYA YANG SELALU TAAT MENYEMBAH DAN BERPINTA KEPADANYA.
LAHHAWLA WALLAQUWATTA ILLAHBILAHIL ALLIYILADZIM…
Sebarkan agar saudara2 Seiman mengetahui & menyadarinya …..
Dukung Program Sejuta Rumah! Bangun Satu Hektar Satu Kecamatan
Para pengembang properti yang tergabung dalam Pengembang Indonesia (PI), bertekad akan membangun rumah seluas satu hektar di setiap kecamatan.

Ini sesuai dengan tema utama Musyawarah Nasional (Munas) ke I asosiasi pengembang tersebut, Satu Hektar Satu Kecamatan, yang berlangsung pada 28-30 Okrober 2018, di Grand Cempaka Hotel, Jakarta.

Saat pembukaan secara resmi Munas PI, Senin (29/10) kemarin, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengatakan, tema tersebut sangat tepat dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah (PSR).

“Pemerintah sangat mengapresiasi upaya dan perkembangan pesat yang telah ditunjukkan oleh PI. Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, apa yang menjadi tekad PI dalam mendukung program pemerintah. Konsep satu kecamatan satu hektar sangat strategis dalam menuntaskan backlog (kebutuhan, red) perumahan,” ujar Khalawi dalam keterangan pers, Selasa (30/10/2018).

Dikatakan Khalawi, hasil kerja bersama, baik yang dilakukan pemerintah maupun pihak swasta yang didukung oleh masyarakat, terlihat jelas dalam empat tahun belakangan.

Tahun 2015 bisa terealisasi pembangunan rumah mencapai 699.770 unit. Tahun 2016 naik menjadi 805.169 unit rumah.

Tahun 2017 lalu juga naik mencapai 904.758 unit. Sampai 24 September 2018 lalu, angkanya sudah mencapai 736.187 unit dan diyakini akan bertambah sampai akhir 2018 ini. Dari total ini, hampir 70 persen adalah rumah untuk sederhana.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PI Ir H Barkah Hidayat mengtakan, asosiasinya  fokus membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ia juga menyebut, sebagai organisasi baru dalam industri properti, PI terus tumbuh dan semakin besar.

“Kami menggelar Munas ini adalah sebagai salah satu kewajiban untuk memenuhi regulasi pemerintah, sebagai asosiasi pengembang. Dan, Alhamdulillah dalam tempo satu setengah tahun sejak berdiri, PI semakin profesional, dan telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelbagai aspek,” kata Barkah.

Sebagai organisasi pengusaha perumahan, khususnya rumah untuk bersubsidi, PI telah ikut berperan aktif membantu pemerintah dalam membangun rumah MBR di seluruh wilayah Indonesia.
Polisi: Isu Penculikan Anak Hanya Hoax
Isu Kasus penculikan anak yang diambil organ dalamnya belakangan ini semakin marak terjadi di Wilayah Kabupaten Majalengka.
Selain itu, juga beredar broadcast ke berbagai Media Sosial (Medsos), baik Facebook, Twiter, BBM dan WhatsApp, tentang perhatian adanya penculikan anak anak berumur 1-12 tahun. Dalam isu broadcast tersebut juga, meminta kepada para orang tua menjaga anak anaknya, karena saat ini para penculik sedang di kampung kampung dan menyamar sebagai orang gila, pengemis dan om telolet om maupun lainnya.
Tak sedikit, warga masyarakat pun resah dan campur was was, dengan adanya isu penculikan anak dan beredar broadcast tentang adanya perhatian penculikan anak tersebut. Bahkan, tidak tanggung tanggung dalam selebaran isi broadcast itu, juga mencatut logo resmi Polri.
Beredarnya isu tersebut langsung dibantah pihak Kepolisian Polres Majalengka. Bahwa hal tersebut tidak pernah ada kejadian ataupun laporan anak hilang dan diambil ginjalnya di Daerah Majalengka.
Kapolres Majalengka, AKBP Mada Roostanto,SE.MH, melalui Kasat Binmas, AKP Asep Saepudin Fiqih,SH, menegaskan kabar tersebut tidak benar.
“Itu hoax, tidak benar dan tidak pernah ada kejadian di Majalengka. Masyarakat tidak usah resah dengan informasi tersebut karena itu tidak benar dan kami juga tegaskan bahwa kami dari Kepolisian, baik dari tingkat Polda atau Polres, tidak pernah mengeluarkan perhatian/himbauan seperti yang beredar tersebut,” tegas Kasat Binmas.
Kasat Binmas mengimbau warga Majalengka untuk tidak mempercayai informasi tersebut. Warga juga diminta tidak menyebar luaskan kembali informasi yang belum bisa terkonfirmasi kebenarannya. Namun kendati demikian, perlu diwaspadai dengan adanya isu tersebut.
“Dengan kita mewaspadai, bukan saja kita terhindar tentang penculikn anak, tetapi terhindar dari berbagai kejahatan lainnya,”imbuhnya.
Sementara itu, menurut Ketua Umun Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Majalengka, Aris, meski masih sebatas isu atau hoax tentang penculikan anak. Namun, hal semacam itu perlu diwaspadai.
Kasus isu penculikan anak ini, kata Aris, bisa menjadi pelajaran bagi setiap orangtua agar lebih waspada dalam menjaga anak anaknya. Karena risiko penculikan bisa dialami oleh setiap anak bila orangtuanya lengah memberi pengawasan.
“Bila ada anak yang hilang, yang paling bertanggungjawab adalah orangtuanya. Sesibuk apapun mereka, anak-anak harus tetap berada dalam pengawasan orangtua,” ungkapnya.
Dikatakan Aris, sejak dini, anak anak juga perlu diingatkan untuk selalu waspada bila didekati orang orang yang tidak dikenal. Seperti, kalau ada yang mengajak pergi, anak anak harus diingatkan untuk selalu bilang ke orangtua, atau ke gurunya. Bila tidak mau minta izin, katakan saja kalau orang tersebut punya niat jahat dan harus dihindari.
“Kami juga berharap, tidak sekedar diingatkan. Namun, perlu ada simulasi bagaimana menghadapi para penculik dengan berbagai modus. Karena seringkali anak anak tergiur dengan iming iming sesuatu dari penculik, meskipun sudah diingatkan untuk berhati hati,”terangnya.
Lebih jauh Aris menambahkan, anak anak juga perlu dilengkapi identitas yang berisi nama orangtua, alamat dan juga nomor telepon yang bisa dihubungi.
“Sehingga ketika terpisah dari orangtuanya di pusat keramaian, orang yang menemukan anak tersebut bisa dengan mudah menghubungi orangtuanya,” tukasnya.
Pertamina Bagikan 947 Konverter KIT Untuk Nelayan di Bone
Pertamina membagikan 947 paket konverter kit kepada nelayan di Bone, Sulawesi Selatan. Selain itu Pertamina juga turut memastikan keberlanjutan pasokan LPG 3 KG yang akan digunakan nelayan.

Penyerahan dilakukan oleh Direktur Perencanaan & Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso bersama Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris serta Seketaris Daerah Kabupaten Bone, Andi Surya Darma kepada nelayan Bone di politeknik kelautan dan perikanan Bone.

Alimuddin menjelaskan pemerintah memberikan penugasan kepada Pertamina untuk melaksanakan pembagian konverter kit untuk nelayan.

"Sekaligus diharapkan Pertamina dapat memastikan keberlanjutan pasokan LPG 3 kg yang akan digunakan untuk nelayan. Jadi akan ada pangkalan LPG 3 kg khusus untuk nelayan dimana di pangkalan tersebut hanya nelayan yang diperbolehkan membeli LPG 3kg tersebut", ujar Alimuddin dalam keterangan tertulis, Minggu (28/10/2018).

Sementara itu, Menurut General Manager MOR VII Tengku Fernanda, 947 paket konverter kit tersebut dibagikan kepada nelayan Kabupaten Bone mulai Sabtu (27/10/2018) sampai tanggal 14 November 2018.

"Bagi nalayan Bone yang beralih menggunakan elpiji 3 kg untuk melaut, kami akan menambah 7 pangkalan elpiji baru," kata Tengku. 

Untuk memenuhi kebutuhan elpiji 3 kg bagi nelayan di Kabupaten Bone, Tengku mengatakan pihaknya juga akan memberikan penambahan alokasi Elpiji 3 kg lebih dari 7.500 tabung per bulan.

Ia melanjutkan, selain di Kabupaten Bone Pertamina juga akan menambah pangkalan-pangkalan Elpiji 3 kg di wilayah lainnya yang telah mendapat pembagian konverter kit. Untuk nelayan di Takalar ditambahkan sebanyak 8 pangkalan baru, di Minahasa Utara sebanyak 7 pangkalan, Banggai sebanyak 6 pangkalan, dan Jeneponto sebanyak 8 pangkalan.
MENHUB Akan Turunkan Tarif LRT Palembang
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bakal menurunkan harga tiket light rail transit (LRT) Palembang.

Hal itu menjadi salah satu upaya guna menjadikan LRT sebagai alat transportasi umum yang dapat digunakan oleh warga Palembang.

"Untuk meningkatkan efektivitas dari LRT, beberapa hal yang saya putuskan adalah satu menurunkan tarif LRT. Misalnya dari Rp 10.000 menjadi Rp 7.000," ucap Budi Karya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/10/2018).

Budi Karya mengatakan, penurunan tarif tersebut lantaran adanya pemberlakuan tiket integrasi antara LRT dengan moda lainnya seperti Damri dan Transmusi.

"Jadi penumpang dapat menaiki Damri, Transmusi, dan LRT hanya dengan satu tiket saja.

Penerapan tiket integrasi akan diujicobakan mulai awal November hingga Desember tahun ini," ujar dia.

Langkah lainnya guna mempopulerkan penggunaan LRT adalah dengan memberikan headway atau selisih waktu kedatangan kereta yang lebih pendek pada feeder Jakabaring-Universitas Sriwijaya.

Hal tersebut dilakukan agar mahasiswa dari beberapa tempat bisa mencapai kedua lokasi itu dengan mudah.

Oleh karena itu, untuk mendukung rencana tersebut maka Kemenhub akan memberikan bantuan 15 bus yang akan digunakan sebagai feeder LRT.

"Kemenhub sumbangkan 15 bus untuk feeder untuk memperkuat LRT. Gunakan feeder yang pendek, yang kepadatannya tinggi sehingga headway relatif pendek dan penumpangnya banyak," kata Budi Karya.

Di sisi lain, Budi Karya berencana menambah jam operasional LRT agar lebih panjang dari sebelumnya.

Jika sebelumnya LRT mulai beroperasi jam enam pagi hingga jam enam sore maka ke depannya akan beroperasi sejak jam lima pagi hingga sembilan malam.

Tiga hal tersebut diharapkan Budi Karya membuat penggunaan LRT sebagai angkutan massal dapat semakin efektif dan menjadi gaya hidup masyarakat khususnya di Palembang.

"Kita ingin fungsi dari LRT memang bermanfaat untuk masyarakat. Pemerintah sudah menginvestasi lebih dari Rp 10 triliun untuk (LRT) Palembang atau sekitar 20 persen dari anggaran Kemenhub."

" LRT Palembang menjadi yang pertama kali beroperasi di Indonesia dan saya berharap LRT bisa menjadi suatu contoh lifestyle angkutan massal," ujar dia.

Jokowi Gratiskan Jembatan Suramadu
Presiden Joko Widodo resmi membebaskan tarif Tol Jembatan Suramadu hari ini Sabtu (27/10). Kebijakan pembebasan guna meningkatkan perekonomian Madura yang selama ini tidak terlalu signifikan.

"Kami harapkan dengan menjadi jembatan non-tol biasa, kami berharap pertumbuhan ekonomi Madura baik investasi mendatang semakin banyak, properti, turisme berkembang di Surabaya," kata Jokowi di Jembatan Suramadu. "Pada hari ini saya memutuskan Jalan Tol Suramadu jadi Jembatan non-tol biasa," tuturnya. 

Menariknya, pengumuman ini disampaikan Jokowi di atas mobil truk yang terletak sekitar 3,5 kilometer dari pintu tol. Ia meresmikan pembebasan biaya didampingi para ulama, kiai, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, serta seluruh bupati se-Madura.

Sebelumnya, tarif Jembatan Tol Suramadu disebut kemahalan. Pendapat tersebut datang dari para tokoh masyarakat yang disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi saat bertemu dengan istri mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah.

"Beliau-beliau memberikan masukan mengenai keluhan mahalnya tarif jembatan di Suramadu. Dulu sebetulnya dari Rp 30 ribu sudah dipotong Rp 15 ribu yang sepeda motor dibebaskan. Tapi memang dampak terhadap ekonomi belum kelihatan. Beliau-beliau mengusulkan agar ditinjau kembali," kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Jembatan Tol Suramadu menjadi satu-satunya penghubung jalur darat Surabaya dan Madura yang sebelumnya hanya tersedia di jalur laut. Jembatan tol Suramadu sempat diturunkan tarifnya dan tarif untuk kendaraan sepeda motor sudah dibebaskan.

Pada awal jembatan ini dibuka dan dikomersialkan, tarifnya yang mencapai Rp 30 ribu untuk kendaraan golongan I membuat jembatan ini menjadi jalan bebas hambatan dengan tarif termahal di Indonesia.

Impor Beras Penting Untuk Jaga Stabilitas Harga & Stok Beras Nasional
Polemik impor beras yang sempat mencuat sebelumnya menjadi konsentrasi Fraksi Partai Hati Nurani (Hanura) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengadakan Seminar Nasional untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan pemerintah melakukan impor beras.

Menjaga stabilitas harga dan stok beras nasional dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi merupakan salah satu tugas penting pemerintah dalam menjaga rakyatnya.

"Pemerintah melakukan impor beras sesungguhnya sudah melalui analisis dan yang paling penting untuk menjaga stabilitas harga dan stok beras nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Inas Nasrullah Zubir melalui pemaparan materinya dalam Seminar Nasional pada Kamis (25/10/2018) di Ruang Rapat Pansus B, Gedung Nusantara II Lantai 3 DPR RI.

Lebih lanjut Ketua Fraksi Partai Hanura DPR RI ini menjelaskan, konsumsi beras di Indonesia dari Januari hingga Desember 2018 diperkirakan 29,57 juta ton lebih rendah jika dibandingkan dengan produksi beras dari Januari sampai Desember 2018.

Lebih lanjut Ketua DPP Partai Hanura ini menejelaskan, berdasarkan data produksi padi di Indonesia periode Januari-September 2018 sebesar 49,65 juta ton gabah kering giling.

Jika produksi padi konversikan menjadi beras dengan menggunakan angka Konversi GKG ke beras tahun 2018 maka produksi padi tersebut setara dengan 32,42 juta ton beras.

Untuk itu kata Inas, impor beras yang dilakukan pemerintah hanya semata-mata untuk mengantisipasi dan menjaga stabilitas harga dan stok beras nasional. Bila ada pihak yang terus mempolemikkan ini sesungguhnya bagian dari kepentingan politik untuk menyerang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya kira kalau masih ada pihak yang terus goreng dan masalahkan soal impor beras ada kemungkinan untuk kepentingan politik menyerang pemerintahan Presiden Jokowi," tegas Inas.

Pentingnya impor pangan juga diutarakan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) Yeka Hendra Fatika.

Dalam materinya, Hendra menjelaskan, produksi padi atau beras di Tahun 2018 berpotensi lebih rendah dibandingkan tahun 2017 lalu. Hal ini terjadi akibat kondisi kemarau tahun 2018 lebih panjang dan kuat dbandingkan dengan tahun 2017.

"Bila tidak ada langkah antisipatif maka gejolak harga beras yang pernah terjadi di Januari-Februari 2018 lalu diduga kuat akan terjadi di awal tahun 2019 dengan lonjakan harga yang bisa semakin liar," ujar Hendra.

Strategi Kementan Jaga Produksi Beras Nasional di tengah tingginya aksi alih fungsi lahan
Pemerintah memastikan terus berupaya menjaga produksi beras di tengah konversi lahan pertanian. Salah satu upaya Kementerian Pertanian adalah dengan menghasilkan berbagai varietas padi dengan tingkat produktivitas yang tinggi.

"Salah satu kontribusi kita untuk bisa mencukupi kebutuhan beras itu adalah varietas. Kita pertumbuhan penduduk kita meningkat, sekarang sudah 250 juta yang harus diberikan makan," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Mohamad Ismail Wahab di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Menurut dia, sejauh ini upaya tersebut mampu menjaga produksi beras meskipun konversi dari lahan pertanian menjadi non pertanian mencapai 100.000 hektare per tahun.

"Konversi lahan sawah menjadi bukan lahan pertanian sudah makin banyak. Sudah 100.000 hektare per tahun. Tidak usah jauh-jauh. Tol udah berapa, artinya sawah-sawah kita tidak memproduksi. Kenapa itu masih bisa karena varietas yang tidak tahan kita ganti dengan yang baru yang lebih tahan," jelas dia.

"Selama ini Alhamdulillah produksi masih tidak masalah. Yang jelas data stok yang ada di Bulog masih 2,4 juta ton," imbuhnya.

Selain menjaga produksi beras, kemunculan berbagai varietas padi yang dihasilkan juga turut memperbaiki kualitas padi yang ditanam oleh petani.

"Karena hanya dengan varietas saja, teknologi yang menurut saya sederhana karena petani tidak perlu menambah biaya usaha taninya hanya mengganti saja. Dengan harga yang sama dia dapatkan yang lebih bagus," tandasnya.

4 Tahun Jokowi Perlindungan Sosial Meningkat
Selama empat tahun Pemerintahan Presiden Jokowi telah mengatur ulang komposisi belanja negara, salah satu diantaranya yaitu dengan mengurangi subsidi energi dan meningkatkan anggaran perlindungan sosial.

"Sejak tahun 2015, pemerintah mengurangi subsidi energi yang cenderung dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas sembari meningkatkan anggaran perlindungan sosial yang produktif mengurangi kemiskinan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers 4 Tahun Pencapaian Pemerintah di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (23/10/2018). 

" Subsidi energi yang mencakup BBM, LPG, dan listrik diarahkan agar lebih tepat sasaran untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah," tutur Sri Mulyani.

Sementara dalam hal perlindungan sosial, anggarannya terus meningkat yang berdampak langsung terhadap penguatan program-program pengurangan kemiskinan. Program yang dimaksud adalah Program Keluarga Harapan (PKH), di mana tahun 2014 sebesar Rp 4,4 triliun untuk 2,8 juta keluarga miskin naik jadi Rp 17,3 triliun tahun 2018 untuk 10 juta keluarga miskin.

"Tahun depan (PKH) akan meningkat dua kali lipat lagi," ujar Sri Mulyani. 

Program lainnya adalah Program Indonesia Pintar (PIP). Tahun 2014, alokasi untuk program tersebut adalah Rp 6,6 triliun untuk 11 juta murid, sedangkan tahun 2018 meningkat jadi Rp 11,2 triliun yang diperuntukkan bagi 20,5 juta peserta didik.

Dalam hal subsidi pangan juga terjadi peningkatan, dari Rp 18,2 triliun tahun 2014 menjadi Rp 20,8 triliun yang disalurkan dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai tahun 2018 bagi 15,6 juta keluarga penerima. Diubah menjadi BPNT agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Untuk subsidi bunga kredit juga meningkat, dari Rp 2,8 triliun tahun 2014 jadi Rp 18 triliun tahun 2018. Subsidi bunga kredit tahun 2018 diberikan dalam bentuk kredit usaha rakyat bagi UMKM dan subsidi bunga dan bantuan uang muka perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Soal Panji Rasulullah, jangan Mau Dibohongi HTI dan ISIS
Dalam setiap aksi demo, HTI selalu menggunakan bendera hitam dengan klaim bahwa itu adalah bendera tauhid dan Panji Rasulullah.

Saya coba cek dan ketemu pandangan Gus Nadirsyah Hosen, seorang dosen di FH di Australia, sekaligus Rais Syuriah NU di Australia dan New Zealand.

“Jangan mau dibohongi HTI dan ISIS..” Kata Gus Nadir.

Bendera Rayah, bendera warna hitam, adalah bendera perang dan yang membawanya adalah pemimpin perang. Bendera ini biasanya diserahkan khalifah pada pemimpin perang dan komandan-komandan lainnya.

Dan HTI memahami itu melalui riwayat Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah.

Gus Nadir berkata bahwa secara umum hadis-hadis yang menjelaskan warna bendera Rasul dan tulisan di dalamnya adalah hadis yang tidak berkualitas, atau tidak shahih.

Riwayatnya pun berbeda-beda. Ada yang bilang hitam saja, ada yang bilang putih saja. Ada juga riwayat yang bilang hitam dan putih, bahkan ada yang kuning.

“Dalam sejarah Islam juga beda lagi. Ada yang bilang Dinasti Umayyah pakai bendera hijau, Dinasti Abbasiyah pakai warna hitam, dan pernah juga putih.

Yang jelas dalam konteks bendera dan panji, Rasul menggunakan sewaktu perang hanya untuk membedakan pasukan Rasul dengan musuh. Bukan dipakai sebagai bendera negara,” jelas Gus Nadir.

“Katakanlah ada tulisannya, maka tulisan khat jaman Rasul dulu beda dengan yang ada di bendera ISIS dan HTI. Jaman Rasul tulisan Alquran belum ada titik dan khatnya, masih pra Islam yaitu khat kufi.

Makanya, meski mirip, bendera ISIS dan HTI itu beda khatnya. Kok bisa? Padahal sama-sama mengklaim bendera Islam? Itu karena rekaan mereka saja,” tandas Gus Nadir.

Jadi, Kalau ISIS dan HTI yang setiap saat mengibarkan bendera Liwa dan Rayah, apakah mereka mau perang terus? Kok ke mana-mana mengibarkan bendera perang?

Kalau dianggap sebagai bendera negara khilafah, kita ini NKRI, sudah punya bendera Merah Putih. Masak ada negara dalam negara? Kalau itu terjadi, berarti makar!” Gus Nadir menutup pembicaraan.

Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa orang-orang HTI itu sesungguhnya tidak paham hadis. Mereka hanya memainkan konsep bendera sesuai perkiraan mereka saja. Dan ini dijual seolah-olah mereka adalah “Panglima Perang Rasulullah”..

Jadi -sekali lagi- jangan mau dibohongi HTI.

Dari masalah bendera saja mereka gak paham, apalagi mau mendirikan negara khilafah?

“Bu, kopinya jangan kasih gula. micinnya aja yang agak banyakan...”
Sri Mulyani: "Defisit APBN Mengecil Selama 4 Tahun Kepemimpinan Jokowi"
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, empat tahun pemerintahan Jokowi-JK kondisi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) semakin kecil. Defisit APBN terus membaik sejak 2014.

Pada 2014 defisit APBN sebesar 2,3 persen terhadap PDB, saat ini 2,1 persen dan di 2019 ditargetkan berada pada angka 1,8 persen terhadap PDB.

"Defisit APBN setiap tahun menurun dari tahun 2014, di mana saat itu kondisi harga komoditas drop, sehingga perekonomian mendapat tekanan. Waktu itu defisit APBN 2,3 persen terhadap PDB dan sekarang menuju 2,1 persen tahun 2018," ujarnya di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10).

"Bahkan, kami outlook untuk 2018 bisa mendekati 2 persen. Tahun 2019, untuk pertama kalinya, akan didesain di bawah 2 persen, yakni 1,8 persen," sambungnya.

Selain itu, defisit keseimbangan primer juga diturunkan mendekati Rp 0 di tahun depan. Tren penurunan defisit keseimbangan primer terjadi sejak 2014 dari Rp 93,3 triliun atau 0,92% terhadap PDB menjadi Rp 64,8 triliun atau 0,44% terhadap PDB tahun ini.

Waktu saya kembali menjadi Menteri Keuangan, saya yang mengingatkan keseimbangan primer kita perlu untuk dikoreksi. Sekarang saya dianggap sebagai orang yang tidak memelihara (keuangan negara). Aneh, politik itu, katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, APBN sehat karena penerimaan perpajakan meningkat. Dari kontribusi, 74 persen dari total pendapatan negara 2014 dari sektor perpajakan. Tahun 2018 meningkat jadi 81 persen. APBN makin mengandalkan penerimaan perpajakan, sehingga kontribusi dari penerimaan perpajakan menyebabkan defisit turun.

"Dengan penerimaan perpajakan makin baik, defisit makin turun dan pembiayaan utang semakin menurun. Pembiayaan utang kita tahun 2018, growth-nya negatif 9,7 persen, berarti kontraksi atau makin kecil. Dibanding tahun 2014 yang growth pembiayaan utangnya 14,5 persen. Jadi, sudah mulai menurun," jelas Sri Mulyani. 




Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut dakwah yang disampaikan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengancam kedaulatan Indonesia.


“ Namun pada kenyataannya, dakwah yang disampaikan tujuannya sudah masuk wilayah politik yang mengancam kedaulatan negara,” kata Wiranto.

Menurut Wiranto, gerakan politik yang diusung HTI yaitu ideologi khilafah. Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai literatur, kata dia, secara garis besar ideologi khilafah bersifat transnasional.

“ Masyarakat harus paham, (ideologi) khilafah ingin meniadakan nation state,negara bangsa. Hizbut Tahrir sudah lebih dahulu dilarang di 20 negara,” ujar dia.

Wiranto menyebut mayoritas berpenduduk Islam di dunia melarang kehadiran HTI. Beberapa negara itu antara lain, Turki, Arab Saudi, Mesir, Yordania, dan Malaysia.

Selain itu, kata Wiranto, menurut laporan-laporan kepolisian dan aparat keamanan, keberadaan HTI di Indonesia telah menuai berbagai banyak penolakan di daerah-daerah.

“ Kalau ini dibiarkan tentunya konflik bisa menjadi lebih luas lagi dan semakin meluas, sehingga akan membahayakan keamanan nasional, membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, membahayakan NKRI, dan akan mengganggu pembangunan nasional yang sedang kita kerjakan,” kata dia.

Menurut Wiranto keputusan pemerintah untuk membubarkan HTI ini tidak tiba-tiba. Tetapi, proses pembubaran itu merupakan kelanjutan dari proses cukup panjang dalam rangka mengawasi sepak terjang berbagai organisasi kemasyarakatan.

Sebelumnya, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, menolak keras rencana pemerintah membubarkan organisasinya. Menurut Ismail, rencana pembubaran itu tidak memiliki dasar yang kuat.

" Menolak keras rencana pembubaran tersebut karena langkah itu tidak memiliki dasar sama sekali," kata Ismail, di kantor DPP HTI, Menteng Dalam, Jakarta, Selasa 8 Mei 2017.

Menurut Ismail, HTI merupakan organisasi legal, berbadan hukum perkumpulan (BHP). HTI terdaftar dengan nomor AHU-0000258.60.2014 tertanggal 2 Juli 2014.

Ismail menilai rencana pembubaran itu telah melanggar hak konstitusional HTI untuk berdakwah. Dia menyebut usaha dan ideologi HTI tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.(Sah)



Di media sosial, viral video Banser membakar bendera HTI. Ormas yang beberapa waktu lalu resmi dibubarkan pemerintah. Video pembakaran bendera HTI itu pun memicu kontroversi. Sebagian orang mengecam aksi Banser Garut itu. Sebagian lagi, bahkan menuding Banser anti kalimat Tauhid, anti kalimat syahadat.
.

Tudingan yang dialamatkan ke Banser, menurut saya, wajar saja. Sebab, pertama: HTI menggunakan kalimat tauhid untuk usaha kampanye khilafahnya. Fakta HTI merupakan gerakan politik yang merongrong ideologi dalam negeri tak sulit dicari. Dengan kalimat tauhid, HTI melancarkan segala tujuan politisnya dengan mengatasnamakan Islam.

.
Dengan bendera bertuliskan kalimat tauhid, HTI mengharamkan demokrasi, menolak Pancasila, dan menolak sistem negara bangsa. Lalu, apa karena bendera HTI bertuliskan kalimat tauhid, maka apa yang dilakukan HTI itu benar? Pada titik ini, HTI-lah yang justru menista kalimat tauhid karena menjadikannya sebagai alat politik.
.
Apa bedanya bendera HTI dengan bendera ISIS? Sama-sama bertuliskan kalimat tauhid. Apa membakar bendera ISIS berarti anti tauhid? Padahal kelakuan ISIS sangat biadab. Apakah kelakuan ISIS itu sesuai dengan ajaran tauhid? Apakah kelakuan HTI tidak menistakan ketauhidan? Merongrong bangsa yang merdeka atas jasa para ulama?
.
Kedua, narasi konyol yang dibangun bahwa Banser membakar kalimat tauhid. Banser membakar bendera HTI bukan membakar tauhid? Apakah bila Banser membakar bendera ISIS atau bendera Arab Saudi atau bendera Irak, itu berarti Banser anti tauhid? Apakah bendera ISIS harus dilipat, disimpan, tak perlu dibakar karena bertuliskan kalimat tauhid padahal gerakan ISIS sangat jauh menyimpang dari ajaran tauhid? Apakah bendera HTI harus disimpan di ruang kaca dan dijaga sampai mati padahal HTI nyata-nyata perongrong negeri?
.
Banser membakar bendera HTI. Kalimat tauhid di bendera itu dibubuhkan oleh HTI. Bukan ada dengan sendirinya. Bendera Arab Saudi yang betuliskan kalimat tauhid pernah berada pada desain bola. Maka cara berpikir konyol itu digunakan, sungguh celaka karena kalimat tauhid ditendang-tendang.
.
Saat ini hampir semua orang bisa menulis kalimat tauhid di berbagai media. Tapi tidak semua orang dapat menggurat kalimat tauhid di hati. Saya bisa saja menulis kalimat tauhid di botol bir. Agar saat polisi atau ormas tertentu memusnahkan botol itu maka ia sedang memusnahkan kalimat tauhid.
.
Setidaknya, ada beberapa tipe orang-orang yang masih menarasikan Banser membakar kalimat tauhid. Pertama orang-orang yang terprovokasi HTI atau simpatisannya. Kedua, pendukung HTI, ketiga, orang-orang yang numpang tenar dengan menyudutkan Banser. Lumayan, posting video Banser bakar bendera HTI, dapat banyak like, share, dan komen. Nama jadi agak terkenal, nyalon caleg mudah-mudahan tidak gagal.
.
Yang perlu diingat, meski HTI sudah dinyatakan dilarang, namun anasir-anasir pengusung khilafah terus melakukan usaha propaganda dan agitasi. Termasuk mendapuk benderanya sebagai bendera tauhid.
.
Ahmad Romdoni


Penjelasan Soal Hadits Nabi dan Bendera Khilafah HTI – ISIS





ISIS dan HTI sama-sama mengklaim bendera dan panji yg mereka miliki adalah sesuai dg Liwa dan rayah-nya Rasulullah. Benarkah? enggak! Kalau klaim mereka benar, kenapa bendera ISIS dan HTI berbeda design dan khat tulisan arabnya? Ayoooo


Secara umum hadits-hadits yg menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak berkualitas shahih. Riwayatnya pun berbeda-beda: ada yg bilang hitam saja, ada yg bilang putih saja, ada riwayat yg bilang hitam dan putih, malah ada yang bilang merah dan juga kuning. Riwayat lain bendera itu gak ada tulisan apa-apa. Jadi gak ada tulisan tauhidnya, cuma kosong saja. Riwayat lain bilang ada tulisan tauhidnya. Riwayat seputar ini banyak sekali, dan para ulama sudah memberikan penilaian. Secara umum tidak berkualitas sahih.


Dalam sejarah Islam juga kita temukan fakta yang berbeda lagi. Ada yg bilang Dinasti Umayyah pakai bendera hijau, Dinasti Abbasiyah pakai hitam, dan pernah juga berwarna putih. Apa mau bilang para Khalifah ini tidak mengikuti bendera Rasul? Ribet kan!


Jadi yang mana bendera khilafah? Yah tergantung anda mau merujuk ke Khilafah Umayyah atau Abbasiyah? Gak ada hal yang baku soal bendera ini. Coba saja buka kitab Ahkamus Sulthaniyah karya Imam Mawardi: apa ada pembahasan soal bendera negara Khilafah? Enggak ada! Kenapa yang gak ada terus mau diada-adakan seolah menjadi urusan syariat? Mau bilang Imam al-Mawardi gak paham soal ini? Nah, tambah ribet kan!


Konteks bendera dan panji dipakai Rasul itu sewaktu perang untuk membedakan pasukan Rasul dengan musuh. Bukan dipakai sebagai bendera negara. Jadi kalau ISIS dan HTI tiap saat mengibarkan liwa dan rayah, emangnya kalian mau perang terus? Kok kemana-mana mengibarkan bendera perang?


Kalau dianggap sebagai bendera negara khilafah, kita ini NKRI, sudah punya bendera merah putih. Masak ada negara dalam negara?! Ini namanya makar! Bahkan ada tokoh HTI yang mempertanyakan apa ada haditsnya bendera RI yang berwarna merah-putih? Nah kan, kelihatan makarnya, sudah mereka tidak mau menerima Pancasila dan UID 1945, sekarang mereka juga menolak bendera merah-putih. Jadi, yang syar’i itu bendera HTI, begitu maunya mereka, padahal urusan bendera ini bukan urusan syari’at.


Sekarang bagaimana status hadits soal bendera ini? Kita bahas singkat saja biar gak makin ribet membacanya.


Hadits riwayat Thabrani dan Abu Syeikh yg bilang bendera Rasul hitam dan panjinya putih itu dhaif. Mengapa demikian? Riwayat Thabrani ini dhaif karena ada rawi yg dianggap pembohong yaitu Ahmad bin Risydin. Bahkan kata Imam Dzahabi, dia pemalsu hadits.


Riwayat Abu Syeikh dari Abu Hurairah itu dhaif karena kata Imam Bukharirawi yg namanya Muhammad bin Abi Humaid itu munkar.


Riwayat Abu Syeikh dari Ibn Abbas menurut Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Bari, sanadnya lemah sekali.


‎وجنح الترمذي إلى التفرقة فترجم بالألوية وأورد حديث جابر ” أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل مكة ولواؤه أبيض ” ثم ترجم للرايات وأورد حديث البراء ” أن راية رسول الله صلى الله عليه وسلم كانت سوداء مربعة من نمرة ” وحديث ابن عباس ” كانت رايته سوداء ولواؤه أبيض ” أخرجه الترمذي وابن ماجه ، وأخرج الحديث أبو داود ، والنسائي أيضا ، ومثله لابن عدي من حديث أبي هريرة ، ولأبي يعلى من حديث بريدة ، وروى أبو داود من طريق سماك عن رجل من قومه عن آخر منهم ” رأيت راية رسول الله صلى الله عليه وسلم صفراء ” ويجمع بينها باختلاف الأوقات ، وروى أبو يعلى عن أنس رفعه ” أن الله أكرم أمتي بالألوية ” إسناده ضعيف ، ولأبي الشيخ من حديث ابن عباس ” كان مكتوبا على رايته : لا إله إلا الله محمد رسول الله ” وسنده واه


Kalau sudah Ibn Hajar yang komentar soal hadits, HTI dan ISIS mau ngeles apa lagi? Jangan marah sama saya, saya hanya mengutip pendapat Ibn Hajaryang otoritasnya dalam ilmu Hadits sangat diakui dalam dunia Islam. Kalau ada ulama yg menyatakan hadits Abu Syeikh ini sahih, ya silakan saja. Saya lebih percaya dengan Ibn Hajar daripada dengan ulama HTI.


Komentar Ibn Hajar di atas itu telak sekali. Semoga ini membuka mata para kader HTI, yang sudah dibubarkan pemerintah itu. Bendera HTI dan juga ISIS tidak memliki landasan yang kuat. Tidak ada perintah Rasulullah untuk kita mengangkat bendera semacam itu; tidak ada kesepakatan mengenai warnanya, dan apa ada tulisan atau kosong saja, dan tidak ada kesepakatan dalam praktek khilafah jaman dulu, serta para ahli Hadits seperti Ibn Hajar menganggap riwayatnya tidak sahih.


Katakanlah ada tulisannya, maka tulisan khat jaman Rasul dulu berbeda dengan di bendera ISIS dan HTI. Jaman Rasul, tulisan al-Qur’an belum ada titik, dan khatnya masih pra Islam yaitu khat kufi. Makanya meski mirip, bendera ISIS dan HTI itu beda khatnya. Kenapa ayo? Kan sama2 mengklaim bendera Islam? Itu karena tulisan khat-nya rekaan mereka saja. Gak ada contoh yg otentik dan sahih bendera Rasul itu seperti apa. Itu rekaan alias imajinasi orang-orang ISIS dan HTI berdasarkan hadits-hadits yg tidak sahih


Jadi jangan mau dibohongin yah sama bendera Islam-nya HTI dan ISIS.


Perkara ini bukan masuk kategori syari’ah yg harus ditaati. Gak usah ragu menurunkan bendera HTI dan ISIS. Itu bukan bendera Islam, bukan bendera Tauhid.


Tapi ada tulisan tauhidnya? Masak kita alergi dengan kalimat tauhid? Itu hanya akal-akalan mereka saja. Untuk mengujinya gampang saja, kenapa HTI gak mau mengangkat bendera ISIS dan kenapa orang ISIS tidak mau mengibarkan bendera HTI padahal sama-sama ada kalimat Tauhid-nya? Itu karena sifat sebuah bendera di masa modern ini sudah merupakan ciri khas perangkat dan simbol negara. Misalnya warga Indonesia tidak mau mengangkat bendera Belanda atau lainnya. Bukan karena benci dengan pilihan warna bendera mereka, tapi karena itu bukan bendera negara kita.


Bendera itu merupakan ciri khas sebuah negara. Apa HTI dan ISIS mau mengangkat bendera berisikan kalimat Tauhid yang khat dan layout-nya berbeda dengan ciri khas milik mereka? Atau angkat saja deh bendera Arab Saudi yang juga ada kalimat Tauhidnya. Gimana? Gak bakalan mau kan. Karena bendera sudah menjadi bagian dari gerakan mereka. Maka jelas bendera ISIS dan HTI bukan bendera Islam, bukan bendera Rasul, tapi bendera ISIS dan HTI.


Itu sebabnya Habib Luthfi bin Yahya dengan tegas meminta bendera HTI diturunkan dalam sebuah acara. Mursyid yang juga keturunan Rasulullah ini paham benar dengan sejarah dan status hadits soal bendera ini.


Saya ikut pendapatnya Imam Ibn Hajar dan ikut sikap Habib Luthfi.


Tabik,


Nadirsyah HosenViralkan!!! Waspada PLAYING VICTIM