Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

You are here

Jokowi Tegaskan Dirinya PRO ISLAM

Jokowi Tegaskan Dirinya PRO ISLAM

Menjelang perhelatan Pilpres 2019 tahun depan, Presiden Jokowi kembali diterjang isu yang tidak sedap. Tak tanggung-tanggung, Jokowi diuskan tidak pro islam oleh sejumlah kalangan.

Dalam membuktikan dirinya pro Islam, Jokowi pun merujuk pada salah satu kebijakannya yang menetapkan setiap 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Jokowi mengatakan bahwa dirinya seorang muslim dan hampir setiap hari, pekan, dan bulan selalu pergi ke sejumlah tempat bersama para tokoh Islam, seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar.

Menurut Jokowi, sepanjang dirinya memimpin juga hampir setiap pekan mengunjungi pondok pesantren untuk melihat kesulitan yang dihadapi. Selain itu, kata Jokowi, pemerintah juga telah membuka 40 bank mikro wakaf di pesantren untuk memperbaiki ekonomi umat.

"Saya ke NU bersama Garuda Food nanem kacang berapa ratus hektare di Jawa Timur juga. Kemitraan seperti ini yang akan memperbaiki ekonomi umat kita. Tanpa pendekatan-pendekatan ekonomi seperti itu, gap antara kaya dan miskin semakin lebar," ujar Jokowi.

Penetapan Hari Santri ini dinyatakan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tertanggal 15 Oktober 2015. Tanggal 22 Oktober dipilih karena mempresentasikan subtansi kesantrian, yakni spritualitas dan patriotisme, ketika Kiai Hasyim Asyari mengumumkan fatwa masyhur yang disebut Resolusi Jihad, merespons agresi Belanda kedua.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply