Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

You are here

Perlindungan Sosial Meningkat di Era Jokowi

4 Tahun Jokowi Perlindungan Sosial Meningkat
Selama empat tahun Pemerintahan Presiden Jokowi telah mengatur ulang komposisi belanja negara, salah satu diantaranya yaitu dengan mengurangi subsidi energi dan meningkatkan anggaran perlindungan sosial.

"Sejak tahun 2015, pemerintah mengurangi subsidi energi yang cenderung dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas sembari meningkatkan anggaran perlindungan sosial yang produktif mengurangi kemiskinan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers 4 Tahun Pencapaian Pemerintah di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (23/10/2018). 

" Subsidi energi yang mencakup BBM, LPG, dan listrik diarahkan agar lebih tepat sasaran untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah," tutur Sri Mulyani.

Sementara dalam hal perlindungan sosial, anggarannya terus meningkat yang berdampak langsung terhadap penguatan program-program pengurangan kemiskinan. Program yang dimaksud adalah Program Keluarga Harapan (PKH), di mana tahun 2014 sebesar Rp 4,4 triliun untuk 2,8 juta keluarga miskin naik jadi Rp 17,3 triliun tahun 2018 untuk 10 juta keluarga miskin.

"Tahun depan (PKH) akan meningkat dua kali lipat lagi," ujar Sri Mulyani. 

Program lainnya adalah Program Indonesia Pintar (PIP). Tahun 2014, alokasi untuk program tersebut adalah Rp 6,6 triliun untuk 11 juta murid, sedangkan tahun 2018 meningkat jadi Rp 11,2 triliun yang diperuntukkan bagi 20,5 juta peserta didik.

Dalam hal subsidi pangan juga terjadi peningkatan, dari Rp 18,2 triliun tahun 2014 menjadi Rp 20,8 triliun yang disalurkan dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai tahun 2018 bagi 15,6 juta keluarga penerima. Diubah menjadi BPNT agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Untuk subsidi bunga kredit juga meningkat, dari Rp 2,8 triliun tahun 2014 jadi Rp 18 triliun tahun 2018. Subsidi bunga kredit tahun 2018 diberikan dalam bentuk kredit usaha rakyat bagi UMKM dan subsidi bunga dan bantuan uang muka perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply