Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

You are here

Polisi: Isu Penculikan Anak Hanya Hoax

Polisi: Isu Penculikan Anak Hanya Hoax
Isu Kasus penculikan anak yang diambil organ dalamnya belakangan ini semakin marak terjadi di Wilayah Kabupaten Majalengka.
Selain itu, juga beredar broadcast ke berbagai Media Sosial (Medsos), baik Facebook, Twiter, BBM dan WhatsApp, tentang perhatian adanya penculikan anak anak berumur 1-12 tahun. Dalam isu broadcast tersebut juga, meminta kepada para orang tua menjaga anak anaknya, karena saat ini para penculik sedang di kampung kampung dan menyamar sebagai orang gila, pengemis dan om telolet om maupun lainnya.
Tak sedikit, warga masyarakat pun resah dan campur was was, dengan adanya isu penculikan anak dan beredar broadcast tentang adanya perhatian penculikan anak tersebut. Bahkan, tidak tanggung tanggung dalam selebaran isi broadcast itu, juga mencatut logo resmi Polri.
Beredarnya isu tersebut langsung dibantah pihak Kepolisian Polres Majalengka. Bahwa hal tersebut tidak pernah ada kejadian ataupun laporan anak hilang dan diambil ginjalnya di Daerah Majalengka.
Kapolres Majalengka, AKBP Mada Roostanto,SE.MH, melalui Kasat Binmas, AKP Asep Saepudin Fiqih,SH, menegaskan kabar tersebut tidak benar.
“Itu hoax, tidak benar dan tidak pernah ada kejadian di Majalengka. Masyarakat tidak usah resah dengan informasi tersebut karena itu tidak benar dan kami juga tegaskan bahwa kami dari Kepolisian, baik dari tingkat Polda atau Polres, tidak pernah mengeluarkan perhatian/himbauan seperti yang beredar tersebut,” tegas Kasat Binmas.
Kasat Binmas mengimbau warga Majalengka untuk tidak mempercayai informasi tersebut. Warga juga diminta tidak menyebar luaskan kembali informasi yang belum bisa terkonfirmasi kebenarannya. Namun kendati demikian, perlu diwaspadai dengan adanya isu tersebut.
“Dengan kita mewaspadai, bukan saja kita terhindar tentang penculikn anak, tetapi terhindar dari berbagai kejahatan lainnya,”imbuhnya.
Sementara itu, menurut Ketua Umun Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Majalengka, Aris, meski masih sebatas isu atau hoax tentang penculikan anak. Namun, hal semacam itu perlu diwaspadai.
Kasus isu penculikan anak ini, kata Aris, bisa menjadi pelajaran bagi setiap orangtua agar lebih waspada dalam menjaga anak anaknya. Karena risiko penculikan bisa dialami oleh setiap anak bila orangtuanya lengah memberi pengawasan.
“Bila ada anak yang hilang, yang paling bertanggungjawab adalah orangtuanya. Sesibuk apapun mereka, anak-anak harus tetap berada dalam pengawasan orangtua,” ungkapnya.
Dikatakan Aris, sejak dini, anak anak juga perlu diingatkan untuk selalu waspada bila didekati orang orang yang tidak dikenal. Seperti, kalau ada yang mengajak pergi, anak anak harus diingatkan untuk selalu bilang ke orangtua, atau ke gurunya. Bila tidak mau minta izin, katakan saja kalau orang tersebut punya niat jahat dan harus dihindari.
“Kami juga berharap, tidak sekedar diingatkan. Namun, perlu ada simulasi bagaimana menghadapi para penculik dengan berbagai modus. Karena seringkali anak anak tergiur dengan iming iming sesuatu dari penculik, meskipun sudah diingatkan untuk berhati hati,”terangnya.
Lebih jauh Aris menambahkan, anak anak juga perlu dilengkapi identitas yang berisi nama orangtua, alamat dan juga nomor telepon yang bisa dihubungi.
“Sehingga ketika terpisah dari orangtuanya di pusat keramaian, orang yang menemukan anak tersebut bisa dengan mudah menghubungi orangtuanya,” tukasnya.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply