Pembangunan

Program

Ekonomi

Berita

You are here

Bantah Pernyataan Prabowo: BPS Tunjukan Data Asli Angka Kemiskinan

Bantah Pernyataan Prabowo: BPS Tunjukan Data Asli Angka Kemiskinan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek validitas sumber data yang dikutip orang lain, sekalipun dibeberkan oleh pejabat atau tokoh politik. Imbauan ini disampaikan menanggapi pernyataan Calon Presiden Prabowo Subianto yang menyebut 99 persen masyarakat Indonesia hidup pas-pasan.

"Kalau ada yang membuat pernyataan. Pertama kali, saya akan cek dulu sumber datanya ada tidak. Saya harus pegang dulu," tegas Suhariyanto di Politeknik Statistika STIS, Kamis (25/10).

Menurut dia, dalam membuat sebuah pernyataan, seseorang harus berbasiskan data. Jika tidak, pernyataan tersebut akan sulit ditanggapi.

"Yang penting datanya dulu. Kita lihat bersama, betul tidak intrepretasinya seperti itu," jelasnya.

Sebuah data, lanjut Suhariyanto, memang bisa ditinjau dari berbagai sudut. Karenanya, intrepretasi data juga perlu dilakukan hati-hati.

"Di BPS, intinya hanya memotret data lapangan kemudian kami membuat tabel yang kami rangkum dengan temuan-temuan penting. Dengan harapan, bisa ditindaklanjuti," katanya.

Misalnya, saat BPS menyatakan faktor terbesar yang berpengaruh pada kemiskinan adalah beras. Artinya, BPS menilai stabilisasi harga beras harus dijaga untuk menjaga inflasi dan mengurangi kemiskinan.

Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Indonesia terus menurun. Pada September 2017, persentase kemiskinan tercatat sebesar 10,12 persen atau setara dengan 26,58 juta orang penduduk miskin di Indonesia.

Kemudian, per Maret 2018, angka kemiskinan turun ke level satu digit 9,82 persen atau setara dengan 25,92 juta penduduk miskin. Persentase tersebut merupakan titik persentase kemiskinan terendah sejak 1999.

Jokowi - FAQ

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments:

Leave a Reply